March 11th, 2010 | Tags:

Bosowa Foundation menawarkan beasiswa penuh kepada putra/putri daerah Sulawesi Selatan yang berprestasi, memiliki kepribadian yang terpuji dan berjiwa kepemimpinan yang tinggi, untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1 di universitas terbaik di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor dan Institut Teknologi Surabaya.

Pemberian beasiswa ini melalui program Beasiswa Prestasi Bosowa, yang rutin dilaksanakan Bosowa Foundation sejak tahun 2005.Selama periode 2005-2009, beasiswa ini sudah disalurkan kepada empat orang mahasiswa Institut Pertanian (IPB) Bogor, dua orang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Jakarta, tiga orang mahasiswa Institut Teknologi (ITB) Bandung, tiga orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan empat orang mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya.

Penerima beasiswa mendapatkan program pengembangan profesional seperti program kerja magang pada waktu tertentu selama masa pendidikan untuk mengaplikasikan keterampilan dalam lingkungan kerja yang profesional, program kegiatan pengembangan kepribadian dan kepemimpinan, kepedulian sosial dan lingkungan, dan lain sebagainya.

Siapa Saja yang Dapat Mendaftar?
Penerima Beasiswa Prestasi Bosowa adalah siswa/siswi tamatan tahun pelajaran 2009/2010 SMA/sederajat yang lulus atau diterima di salah satu jurusan dari perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Bosowa Corporation khususnya untuk kelas reguler melalui Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB/UMPTN/ UMB) yang dilaksanakan oleh pemerintah ataupun Perguruan Tinggi yang bersangkutan.
Persyaratan umum untuk mendapatkan Beasiswa Prestasi Bosowa:
1. Warga Negara Indonesia
2. Memiliki nilai akademik minimum rata – rata 8.0 selama masa SMA/sederajat.
3. Pada saat pengajuan lamaran beasiswa, tidak sedang mengikuti kuliah di Perguruan Tinggi manapun.
4. Merupakan siswa/siswi tamatan tahun pelajaran 2009/2010 dan mendapatkan rekomendasi dari sekolah masing-masing.
5. Setelah lulus pada tahap seleksi, para finalis harus diterima di salah satu Perguruan Tinggi serta fakultas / jurusan yang ditunjuk oleh Bosowa Foundation khususnya untuk kelas reguler melalui Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru yang dilaksanakan oleh pemerintah ataupun Perguruan Tinggi yang bersangkutan.

Pendaftaran
Untuk pendaftaran harus melalui rekomendasi sekolah masing masing dengan mencantumkan :
• Nama Siswa/Siswi
• Kelas / jurusan
• Nilai akademik minimum rata-rata selama sekolah ditingkat SMA
• Nomor telepon pribadi dan sekolah yang bisa dihubungi
Pendaftaran dibuka sampai tanggal 27 Maret 2010. Pendaftaran dikirim langsung dan ditujukan ke Tim Seleksi Beasiswa Bosowa Foundation, dengan alamat: Gedung Menara Bosowa Lt.23, Jl. Jend. Sudirman No.5 Makassar 90240 atau Email ke: munajab.alwy@ bosowa.co. id atau fax : 0411 420320.

INFORMASI LEBIH LANJUT
Hubungi Tim Seleksi Beasiswa Prestasi Bosowa Foundation di no. telepon : 0411 5011968
atau cp. Najab Alwy (phone. 04115767729) atau kunjungi website www.bosowa.co. id

September 29th, 2009 | Tags:

Menurut pengalaman saya penggunakan sistem homogen dan heterogen memiliki  kekurangan dan kelebihan, berikut adalah beberapa kekurangan dan kelebihan dari penggunakan sistem yang Homogen dan Heterogen:

Kekurangan dan Kelebihan Sistem Homogen:

Kelebihan:
- Mudah Pengelolaan
- Memudahkan Technical Support dalam hal maintenance
- Biaya Lebih Murah karena hanya membeli satu license Operating Sistem

Kekurangan:
- Rentan Terhadap Sisi Keamanan, karena memiliki satu Sistem Operasi yang sama, satu kena Spy atau SPAM yang lain akan mudah terkena juga, karen kesamaan sistem dan konfigurasi.

Kekurangan dan Kelebihan Sistem Heterogen:

Kekurangan :
- Biaya akan lebih mahal karena kita akan membeli banyak licensi untuk sistem operasi Misal. Windows, Unix, Mac, Linux, dll.
- Maintenence yang lebih sulit : Karena perbedaan sistem dan konfigurasi dengan otomatis itu akan menyulitkan dari sisi perawatan sistem operasi.
- Butuh orang lebih banyak untuk menangani minimal 1 orang untuk menghandle 1 sistem operasi.

Kelebihan:
- Lebih Aman dari serangan dari Luar, karene memiliki  sistem operasi yang berbeda-beda, dengan begitu konfigurasi setiap sistem operasi pun berbeda.

Menurut pendapat saya, idealnya lebih aman menggunakan Sistem Heterogen akan tetapi dengan batasan dari penggunaan sistem Operasi maksimal 3 Sistem Operasi, kalau terlalu banyak sistem operasi justru akan lebih menyulitkan dari sisi maintenace dan biaya.
Idealnya pada perusahaan-perusahaan pasti menggunakan lebih dari satu sistem operasi untuk pemenuhan kebutuhannya untuk sistem IT Perusahaan, Misal Client pada umumnya menggunakan Sistem Operasi Microsoft Windows XP, Vista, 9x, dan untuk Router dan Proxi Server menggunakan Linux, Web Server menggunakan Unix, SQL Server dan ASP menggunakan Windows Server 2005. Jadi Menurut Kebiasaan Sistem Administrator Selalu menggunakan Sistem yang Heterogen karena kemudahan konfigurasi, maintenance dan biaya lebih murah ketimbang menggunakan sistem Homogen jika kena Serangan dari luar akan melumpuhkan semua sistem yang berjalan dan malahan akan membengkaknya biaya untuk memulihkan sistem yang terkena Attacking atau Hacking dari luar.

February 26th, 2009 | Tags:

Jika anda sudah merasa gelisah ketika pada malam-malam yang sepi tidak ada teman yang mendampingi, inilah saatnya bagi anda untuk menikah. Jika anda sudah mulai tidak tenang saat sendirian, itulah saatnya anda perlu hidup berdua. Jika anda sudah begitu resah saat melihat akhwat di perjalanan, itulah saatnya anda menguatkan hati untuk meminang. Hanya dua kalimat yang perlu anda persiapkan untuk meminang; alhamdulillah bila diterima dan allaahu akbar bila ditolak.

Pasalnya, mencari jodoh tidak selalu mudah. Seorang ikhwan yang sudah besar harapannya untuk bisa segera melangsungkan pernikahan, masih saja belum bisa menemukan wanita yang bisa mendampinginya mengarungi kehidupan. Padahal usianya sudah menginjak tiga puluh lima, pekerjaannya sudah cukup memadai. Akan tetapi, mencari jodoh ataupun menjemput jodoh tidak semudah mencari pekerjaan.

Apa yang kurang dari sahabat kita sehingga begitu sulit menemukan jodoh? Pahami langkah-langkah yang dituturkan ustadz muda lulusan Universitas di Yordania ini;

Langkah pertama, amalkan sesering mungkin surat Al Furqon ayat 74 yang berisi do’a setiap selesai shalat. Rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa zurriyatinaa qurrotan a’yun, waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa. Artinya, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami, keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah imam bagi orang-orang yang bertakwa

Langkah kedua, setiap muslim wajib membantu saudaranya mendapat jodoh, jangan menghalang-halanginya. Firman Allah dalam surat ar Rum:21; Wa min ayatihi an kholaqo lakum min anfusikum azwajaan litaskunuu ilaiha wa ja’ala bainakum mawaddatan wa rohmah. Inna fii dzaalika la aayati liqoumii yatafakkaruun. Artinya, Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenis-jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yg demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Mawaddah merupakan cinta yang terjadi pada kedua belah pihak sedang rahmah mungkin hanya cinta yang terjadi dari salah satu pihak. Tetapi apapun itu, kita lihat bahwa tanda-tanda kebesaran Allah antara lain menjadikan pasangan-pasangan dari jenisnya sendiri. Kita tidak bisa bayangkan kalau Allah menciptakan pasangan bagi manusia dengan pohon palm (wa min ayatihi an kholaqo lakum min anfusikum ajwajaa). Maka, dosa besar orang yang menghalang-halangi saudaranya yang akan mendapat jodoh. Sebenarnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk saudara-saudara kita agar mendapat pasangan.

Ketika ada tetangga melahirkan, kita disunahkan untuk memberikan tahni’ah ucapan selamat. Ketika diundang dalam pernikahan dalam Islam wajib hukumnya datang. Islam mengajarkan shalat jama’ah, shalat jum’at. Dari tempat-tempat yang dianjurkan datang ini, bisa terjalin obrolan-obrolan yang secara tidak langsung bisa mengarah pada upaya mendapat jodoh ataupun memudahkan mereka untuk menjadi “biro jodoh” bagi saudaranya yang belum berpasangan.

Langkah ketiga, tidak boleh menunda-nunda. Ibarat orang yang memiliki uang Rp 15 juta, ada yang menawarkan tanah langsung dibeli, takut-takut harga tanah akan naik. Begitu pula dengan jodoh.

Nabi bersabda, “Ada tiga hal yang tidak boleh ditunda-tunda; shalat pada waktunya, jenajah kalau sudah siap dikebumikan, seorang wanita kalau sudah mendapatkan pasangan yang pas untuk menikah.

Kita bisa bayangkan seandainya ajaran Islam melaknat umatnya yang belum menikah. Firman Allah; “Kami tidak utus engkau wahai Muhammad kecuali untuk rahmat semesta alam. Banyak sekali rahmat dari agama Islam, diantara masalah jodoh. Jadi, barang siapa yang bisa menjadi perantara bagi saudaranya untuk menikah dia berati sudah membangun rumah di sorga.

“Jodoh memang harus dijemput. Tidak ada pasifisme, tidak ada patalisme dalam Islam. Dan, ingat! Setiap langkah serius yang kita ayunkan, Allah pasti akan membantu. Siapa yang bersikeras semangat juangnya berada di jalan Ku untuk mendapat petunjukKu aku akan berikan petunjukKu, aku akan mudahkan apa yang dia inginkan,” tegas Ust Ali seraya mengutip salah satu ayat al Qur’an.

Jadi, dari tiga hal yang sudah ditaqdirkan Allah, yaitu rezeki, ajal dan jodoh, tidak boleh disertai sikap pasifisme dan fatalisme. Semua itu ada ihktiar dan syar’inya dalam Islam. Kalu benar-benar beriman, setiap gerak dan niatnya pasti akan mendatangkan pahala dari Allah. Sebaliknya, orang yang paling bodoh, niatnya saja mendapat murka Allah… apalagi bergerak!

Pilih pacaran atau khitbah?

“Tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah) oleh orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan,” begitu Rasulullah bersabda sebagaimana disebutkan oleh Thawus dari Ibnu Abbas ra.

Rasanya tidak perlu pembuktian panjang lebar untuk menunjukkan betapa indahnya pernikahan dimata orang-orang yang saling mencintai. Sepanjang sejarah, banyak peristiwa mengharukan karena besarnya keinginan orang yang mencintai untuk menikah. Pernikahan tampak begitu indah bagi orang yang belum menikah. Tapi jangan lupa, cinta yang hakiki adalah ba’da ijab qabul.

Ada seorang ulama besar bernama Ibnu Hazm, beliau mempunyai satu kitab yang berhubungan dengan cinta. Judul bukunya Thouqul Hamamah. Dia mengatakan, seorang fakih berbicara tentang cinta, cinta itu memberikan kekuatan. Bagaimana dengan pacaran?

Karena Islam telah menjelaskan bahwa manusia diciptakan berpasangan, jadilah lelaki yang bersikap kesatria (gentle). “Kalau mencintai jangan tanggung-tanggung, menikahlah segera. Wanita dididik agar tidak menjadi barang yang mudah disentuh kaum laki-laki. Kalau mau, boleh membeli dengan ijab qabul. Kalau masih nanti-nanti, lakukan khitbah, tapi tidak boleh lebih dari dua tahun. Karena, kalau masa khitbahnya terlalu panjang, dikhawatirkan akan lahir sesuatu yang tidak terkendali pada akhirnya.”

Ditegaskannya lagi, pacaran merupakan produk impor. Terbukti memang pacaran datang dari barat, karena mereka susah untuk menikah. Di dalam Islam tidak ada, istilah pacaran. Para Ulama pun sepakat mengatakan, tidak ada cinta setelah ijab qabul, sebelumnya masih gombal

Sabda nabi Muhammad SAW, “Wanita paling buruk adalah yang paling mahal maharnya.” Jadi pernikahan dalam Islam ada tendanya. Lalu, bagaimana menentukan kriteria laki-laki yang dinikahi atau pun perempuan yang dinikahi? Pertama, harus perempuan dan laki-laki yang shaleh/shalehah. Sabda Rasulullah, “ Siapa yang datang kepada kalian perempuan yang ingin meminang putri-putri kalian yang kalian yakin dengan akhlak dan agamanya, jangan ditunda.”

Begitu pula dengan wanita. Berhati-hatilah dengan Hodro’ubiman. Nabi mencotohkan Hodro’ubiman dengan pepohonan besar yang berasal dari tempat kotor. Maksudnya, jangan memandang calon istri hanya kecantikannya saja. Kecantikan tidak segalanya, berapa banyak orang tertipu karena kecantikan wanita ataupun ketampanan laki-laki. Perceraian sekarang ini banyak terjadi, karena laki-lakinya tidak shaleh dan perempuannya tidak shalehah.

Marah sedikit minta cerai, ngamuk sedikit mau mencerai, karena tidak melihat agama yang bagus. Akhirnya rumah tangga rentan, tidak awet. Tetapi mereka yang membangun rumah tangga atas pilihan keshalehannya, mampu menjaga hati dengan ikhlas. Istri yang shalehah dimarahi suami, cukup mengingatkan, “Ah papa kalau marah jelek banget,” seraya berujar, “Ayo Pa shalat jam’ah sudah waktunya.

Rumah tangga yang dibangun atas pilihan tingkat keshalehan seseorang akan memberi ketenangan pula pada tetangga-tetangga sekitarnya. Ba’da magrib terdengar lantunan ayat suci al Qur’an, ketika pagi suaminya bekerja dilepas dengan senyum dan cium tangan, lalu sang istri mendoakan semoga suaminya keluar dari rumah ini dengan tujuan yang baik, ditempat kerja mendapat yang baik, kembali ke rumah pun dengan baik.

Kekayaan, kecantikan dan agama yang menjadi pilihan seseorang menentukan kriteria pasangan, Nabi Muhammad jelas lebih menekankan pada agama. “Siapa yang sudah mendapat pasangan dengan agamanya bagus, insya Allah tangan kamu akan bersih, karena ketika kita bicara pernikahan berarti bicara masa depan umat manusia. Rumah tangga kita adalah bagian kecil dari komunitas yang besar. Kalau setiap rumah tangga sudah tidak nyaman, percayalah pasti masyarakat yang ada di dalam pun tidak akan merasa nyaman.”

Dalam riwayat yang bercerita tentang tunangan, Nabi pernah bercerita pada sahabatnya, “Utuslah orang-orang kita untuk melihat bagaimana calon yang kamu sukai.” Sebagai laki-laki, tentunya tidak mau seperti membeli kucing dalam karung. Perempuan juga tidak mau dapat kucing garong. Caranya bagaimana?

“Silaturahmi yang bagus. Ketika ada undangan perkawinan, keluarga-keluarga diundang, disini kita lihat tidak ada wanita mengungkapkan ketertarikannya, tetapi dengan penuh penghormatan jangan kepada sembarang orang. Dia harus pikirkan perasaannya tersebut pada orang yang shaleh yang bisa menjaga amanah jangan sampai nanti disebarkan ke mana-mana. Hanya boleh mengutarakan pada rekan yang diyakini ketakwaan dan keimannya sehingga mampu menjaga kehormatan.”

Jodoh dan kelanggengan

Allah SWT Maha Rahman Rahim dan Muhammad SAW Ro’ufun Rohim diutus sebagai rahmah, harus diyakini bahwa semua yang dibawanya akan memberi manfaat bagi kita. Nabi Muhammad sudah meninggalkan kita, Allah SWT tidak butuh pada kita, tapi Dia sayang pada kita. DiberikanNya aturan-aturan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dan sekarang terbukti, mereka-mereka di negara barat akan mengadopsi konsep rumah tangga idaman Islam. Karena mereka sudah pusing, bapak mereka dimana, ibu mereka dimana, tidak tahu keluarga dimana. Sekarang mereka berpikir ternyata konsep yang mampu menjaga kesolidan masyarakat, satu negara harus dimulai dari rumah tangga, tidak ada konsep yang paling jitu sebagaimana konsep yang dibawakan Muhammad SAW.

Definisi jodoh dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya pasangan. Budaya kita kemudian ada mengartikan yang namanya jodoh berarti yang sampai meninggal. Sementara, jodoh dalam bahasa al Qur’an adalah jaudz, adzwaj. Di dalam surat al Ahzab ayat 37, ada peristiwa pernikahan Zaid bin Haritsah. Diceritakan bagaimana Zaid harus bercerai dengan istrinya Zainab, seorang bangsawan dari Quraisy. Zaid merupakan budak Nabi Muhammad sekaligus anak angkat Rasulullah SAW, sehingga ada yang menyebut Zaid bin Muhammad.

Zaman dulu terjadi thalaq saja bingung. Apalagi, Zaid dinikahkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, tapi umur pernikahannya pun tidak berlangsung lama. Setelah terjadi perceraian, Rasulullah diwahyukan untuk menikahi mantan istri Zaid. “Jangan dipikir menjadi Nabi itu enak, kalau kita nanti disuruh menikahi mantan istri budak kita. Apa yang terekam dalam pikiran kita?” cetus Ust Ali

Surat Al Ahzab ayat 37 ini berkaitan dengan ajaran Islam yang mencoba mengikis habis sistem adopsi anak. Nabi memungut Zaid, kemudian orang mengatakan Zaid bin Muhammad. Islam tidak pernah menyebutkan yang namanya anak pungut menjadi anak kandung dan berhak mendapat warisan dan seterusnya. Untuk mengikis habis adat Zahiliyah ini, tidak tangung-tanggung Nabi Muhammad disuruh menikahi mantan istri Zaid.

Jadi yang namanya jodoh, langgeng atau tidak langgeng Allah yang menentukan. Tidak berarti, jodoh tidak langgeng itu bukan jodoh. Mungkin selama 25 tahun membina rumah tangga, ternyata bubar, kemudian masing-masing suami istri mendapat jodoh kedua. Waallaahu a’lam bi shawab.

Ajaran Islam melarang umatnya menikahi perempuan musyrik. Ketentuan bahwa laki-laki muslim boleh menikahi perempuan ahlul kitab, ungkap Usta Ali Hasan Bahar, meskipun tidak dianjurkan tapi masih terjadi perdebatan, apakah yahudi nasrani masuk dalam ahlul kitab. Kerena kitab mereka sudah tidak otentik lagi, tidak seperti ahli kitab yang ada di madinah di zaman Nabi Muhammad SAW.

Merujuk dari penggalan ayat Al Qur’an, “…..wal muhsonati mina ladzinna ahlull kitab”, Mereka yang boleh dinikahi dari ahli kitab adalah wanita yang muhshonat, yang bisa menjaga kehormatannya. Sebaliknya, tidak ada ketentuan wanita boleh menikah selain dengan muslim. Pasalnya, lelaki adalah kepala rumah tangga ketika menikah. Sebagai kepala rumah tangga, di dalam ajaran Islam, laki-laki harus menjadi laki-laki yang shaleh. Artinya, dia takut pada Allah, mencintai Nabi Muhammad utusan Allah dan dia mengetahui dengan pasti wanita yang ada di bawah pimpinaannya adalah hamba allah yang harus mendapatkan hak-haknya.

Poligami disukai laki-laki, dibenci wanita?

Dosa kaum laki-laki sebagai pengikut Rasulullah SAW antara lain membesar-besarkan poligami. Karena pada prakteknya, poligami yang dilakukan kaum laki-laki belakangan ini tidak sesuai dengan sunah Rasulullah, sehingga sebagian besar para wanita takut dengan poligami. Oleh sebab itu dalam Al Qur’an, selalu diingatkan bahwa nabi-nabi harus beriman. Dalam surat an Nur dijelaskan, laki-laki diperintahkan menjadi laki-laki yang shaleh dan wanita pun diperintahkan menjadi wanita yang shalehah, sehingga kalau kita mempelajari poligami dalam Islam, benar-benar sudah disalahkan.

Nabi Muhammad SAW melakukan poligami bukan dengan wanita muda. Contohnya, ketika ditengah peperangan sudah selesai, Nabi Muhammad SAW melihat seorang wanita tengah menangis lalu banyak anak-anak kecil memeluknya. Nabi kemudian bertanya kepada wanita itu, “Kenapa anda menangis, dimana suami anda?” Si wanita menjawab, “Suami saya gugur di medan perang, saya tidak tahu bagaimana harus memberi makan pada anak-anak saya. Nabi Muhammad pun berkata, “Saya ingin menjadi suami kamu.”

Betapa manusiawi sekali. Masih adakah lelaki seperti ini? “Untuk wanita yang tidak menerima poligami, itu hak dia. Tetapi saya ingatkan, coba fahami poligami dengan sebenar-benarnya, jangan sampai anda membenci sesuatu yang sebenarnya tidak usah anda benci. Karena kesalahan orang-orang yang mempraktekan poligami dengan tidak benar. Di Perancis sedang gencar-gencarnya poligami karena sudah terlalu banyak wanita yang sendirian. Tetapi ingat, harus laki-laki yang benar laki-laki. Bukan laki-laki yang seperti binantang.”

Bagaimana dengan prilaku suami yang berpoligami bersikap tidak adil dan menunjukkan kertidakadilannya? Rasulullah menegaskan dalam salah satu hadisnya, mereka yang bersikap tidak adil terhadap istri-istrinya di akhirat nanti jalannya akan terlihat pengkor.

Bagi wanita yang tetap tidak menerima poligami, pelajari lagi suri tauladan Rasulullah pada istri-istrinya. Di tengah-tengah peperangan dengan istri-istri mantan musuhnya, Rasulullah tetap memiliki rasa sayang. Tidak tangung-tanggung, rasa sayang itu direalisasikan dengan bentuk pernikahan.

“Kalau saya umpamakan, kira-kira poligami seperti boderek. Kalau sakit kepala, jangan minum boderek terlalu banyak. Kalau tidak sakit kepala, jangan minum boderek. Karena apa? Ini harta Allah SWT yang akan memberikan keturunan, mampu tidak kita menjaga keturunan kita dari istri tua dengan istri muda dengan saling menyangi. Pernikahan tujuannya, sakinah, mawaddah wa rahmah. Jangan sampai ada pernikahan yang tidak mengarah pada tiga hal ini. Artinya, seseorang yang melakukan itu sedang tertipu.”
Nabi paling membenci kalau ada permusuhan. Terlebih, bila ada orang yang salah menggunakan poligami sehingga dia menuruti kantong permusuhan berkepanjangan. Permusuhan melahirkan penyakit hati. “Jangan sampai ada wanita takut menikah karena takut poligami. Ciptakan rasa aman, bagaimana menjadi seorang suami yang shaleh, bertanggungjawab, sehingga seorang istri tidak pernah merasa takut dikhianati, mendapat haknya, juga melaksanakan kewajibannya.”

February 25th, 2009 | Tags:

Jakarta, 29 Januari 2009

BEASISWA BAGI MAHASISWA INDONESIA YANG INGIN BELAJAR DI RUSIA

Sesuai dengan Keputusan Pemerintah Federasi Rusia tentang penerimaan mahasiswa asing di perguruan tinggi Rusia, maka pada tahun ajaran 2009/2010 Pemerintah Federasi Rusia memberikan 30 beasiswa bagi warga negara Republik Indonesia. Dengan jenjang, persyaratan dan bidang studi sebagai berikut.

1. Jenjang

Beasiswa diberikan untuk Jenjang S-1 (Bachelor) dan S-2 (Magister) sebanyak 25 beasiswa. Sedangkan untuk Jenjang S-3 (Kandidatura) , Post-Doktoral (Doktorantura) dan Penelitian/Pelatiha n (Stazhirovka) sebanyak 5 beasiswa.

2. Program Studi (Spesialisasi)

Program studi (spesialisasi) yang ditawarkan,meliputi :

Ilmu Hukum, Ilmu Politik, Ilmu Kedokteran, Ilmu Alam (Natural Science);Ilmu Sosial/Humaniora; Ilmu Pendidikan; Ilmu Kesehatan (Public Health); Ekonomi dan Manajemen (Economic and Management); Spesialisasi Interdisipliner Teknik-Ilmu Alam; Geologi dan Sumber Daya Mineral; Eksplorasi Mineral; Ilmu Energi dan Teknik Mesin Pembangkit (Power Machinery Engineering) ; Metalurgi; Konstruksi Mesin dan Material Processing; Penerbangan, Roket dan Teknologi Angkasa (Space Machinery); Teknologi Maritim (Maritime Machinery); Peralatan Transportasi Darat; Teknologi Pertambangan dan Perlengkapan; Teknik Elektro, Control Device Building; Radioteknik dan Komunikasi; Automasi dan Kontrol; Komputer dan Informatika; Service; Eksploitasi Transportasi; Teknologi Kimia; Reproduksi dan Proses Sumber Daya Kehutanan; Teknologi Makanan; Teknologi Komoditi Konsumen; Arsitektur dan Ilmu Konstruksi; Geodesi dan Kartografi; Agrikultur dan Perikanan; Ekologi dan Pemanfaatan Alam; Kesehatan dan Keselamatan.

3. Perguruan Tinggi dan Proses Belajar

Perguruan Tinggi/Universitas tujuan belajar terdapat di kota-kota di seluruh Federasi Rusia. Penempatan penerima beasiswa ditentukan oleh Pemerintah Federasi Rusia.

Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bahasa Rusia. Untuk itu selama 1 (satu) tahun semua penerima beasiswa program studi S-1 dan S-2 akan belajar di Fakultas Persiapan (Preparatory Faculty) untuk mempelajari bahasa Rusia dan mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan/program studi yang telah dipilih.

Bagi Penerima beasiswa Jenjang S-3, Doktorantura dan penelitian/pelatiha n akan mempelajari bahasa Rusia selama proses belajar (tidak melalui Fakultas Persiapan).

4. Persyaratan

Untuk Jenjang S-1 dan S-2:
· Para pelamar beasiswa harus memiliki ijazah Sekolah Menengah SMU yang setara dengan ijazah SMU Rusia dengan nilai untuk mata pelajaran pokok/sesuai dengan spesialisasi yang akan dipilih tidak lebih rendah dari 80% tingkat maksimalnya (Nilai Rata-rata 8,0). Untuk mata pelajaran lainnya juga harus bernilai baik (tidak ada angka merah).
(Untuk Jenjang S-2 harus memiliki ijasah S-1 dengan IPK sekurang-kurangnya 2,50);

· Kurun waktu antara tamat Sekolah Menengah/SMU (atau lembaga pendidikan pra-perguruan tinggi lainnya) dengan saat pendaftaran beasiswa ini harus tidak melampaui 3 tahun.
· Usia para calon untuk S-1 hendaknya tidak lebih dari 25 tahun dan S-2 tidak lebih dari 30 tahun.

Untuk Jenjang S-3, Penelitian, Post Doktoral:

· Calon Penerima beasiswa Jenjang S-3 harus berpendidikan tinggi setingkat M.Sc./M.A.,
· mempunyai pengalaman kerja yang sesuai dengan spesialisasinya;
· usia hendaknya tidak melampaui 35 tahun.

5. Berkas Lamaran

Berkas lamaran lengkap diserahkan langsung ke Bagian Kebudayaan Kedutaan Besar Federasi Rusia – Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia (Jl. Diponegoro, 12, Menteng, Jakarta Pusat, telp./fax: 31935290) sebelum tanggal 20 Maret 2009.

Berkas surat lamaran dimasukkan ke dalam Map/Amplop Kuning (untuk S-1), Merah (untuk S-2) dan Hijau (Untuk S-3/Penelitian) harus dengan isi dan urutan sebagai berikut:

1. Application Form dalam Bahasa Inggris

2. Fotokopi ijazah/sertifikat dari tingkat pendidikan yang bersangkutan beserta transkrip nilainya dan terjemahannya dalam Bahasa Inggris yang telah dilegalisir oleh Notaris;

3. Surat keterangan bahwa calon telah mengikuti tes kesehatan dan tidak mempunyai hambatan dalam menghadapi iklim Rusia dalam Bahasa Inggris dan telah dilegalisir oleh Instansi yang berwenang;

4. Surat keterangan bebas HIV/AIDS yang telah dilegalisir oleh Instansi yang berwenang;

5. Fotokopi Akta Kelahiran dan terjemahannya dalam Bahasa Inggris yang telah dilegalisir oleh Notaris;

6. Fotokopi lembar pertama Paspor RI dengan data-data calon penerima beasiswa (untuk mengisi formulir bagi visa),

7. Sepuluh lembar pasfoto ukuran 4 x 6 cm.

Untuk pelamar Jenjang S-3 sekaligus harus menyerahkan daftar judul publikasinya (jikalau ada) dan referat singkat (proposal singkat) maksimal 2 halaman tentang tema penelitian ilmiah untuk studi S-3-nya rangkap 2 (dalam bahasa Indonesia dan Inggris). Bagi lulusan perguruan tinggi Rusia harus membuat proposal dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Rusia.

6. Lain-lain

Segala hal menyangkut kedatangan dan domisili keluarga penerima beasiswa tidak menjadi tanggungan perguruan tinggi dimana mahasiswa belajar.

Penerima beasiswa S-1 dan S-2 harus sudah berada di Rusia terhitung sejak tanggal 1 s/d 15 September 2009, penerima beasiswa untuk S-3 dan pelatihan/training – sebelum tanggal 1 Desember 2009.

Untuk informasi selengkapnya dan pendaftaran silakan menghubungi kantor Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia.

Alexander I. Vaulin,

Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia,
Sekretaris I Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia

Pusat Kebudayaan Rusia
Jl. Diponegoro 12, Menteng Jakarta Pusat Informasi dan keterangan selengkapnya dapat menghubungi 31935290/0812- 8414347

terimakasih,

PERHIMPUNAN MAHASISWA INDONESIA DI RUSIA (PERMIRA)

website http://ppirusia.org

http://ebulletin. ppirusia.org

February 24th, 2009 | Tags:

School of Computer Science, The University of Manchester
New 18 PhD studentships available
.

Funded Project Studentships

From time to time the School has fully funded project studentships that are attached to a specific research project taking place in one of our research groups. Information about current opportunities is available here.

Dorothy Hodgkin Postgraduate Awards
The DHPA are highly prestigious, and successful candidates will be considered to have outstanding research potential and will hold the equivalent of a UK first class honours degree as a minimum. The award covers full international student tuition fees plus DHPA scholars should receive at least the minimum Research Council PhD stipend. For the academic year 2009/10 stipend is £13,290.

Alumni Fund Scholarships

The AFS are primarily for current final-year undergraduate students at Manchester who are considering staying on for PhD study at the University, but the award is also open to those who have graduated from the University within the last four years. This award can be in the form of a minimum partial award of £8,000 or a full award of £16,000 per annum.

Master of Enterprise
For (MEnt) Computer Science Studentships please visit The
Manchester Science Enterprise Centre website: http://www.msec.manchester.ac.uk/courses/postgraduate/fees-funding/

Available to All Students

The School of Computer Science supports postgraduate research study through the provision of a number of School scholarships. These include:

• Atlas Scholarships
• Project studentships
• School Scholarships
• Demonstrator opportunities
• Teaching Assistantship

• Demonstrator opportunities: If you are self-funded or externally-funded, there are opportunities to undertake paid laboratory demonstrator duties.

• Teaching Assistantships: Teaching assistantships are full-time studentships funded by the school in return for some part-time work. Teaching assistants have a scholarship equivalent to the ESPRC scholarship, plus an honorarium for the work they do. Teaching Assistants work part time in term-time, aiding staff in various teaching-related duties. These duties might include supervising laboratories, preparing and marking course work and taking tutorials and examples classes. There may possibly be an opportunity to give a small number of lectures on courses where the material matches your personal expertise. The work should occupy approximately one full day per week. This enables you to be registered for a full time MPhil/PhD.

Conditions of Work
The work as a teaching assistant should occupy a total of about 180 hours plus some preparation time throughout the year, or approximately one full day a week. The TA will be registered for full-time MPhil or PhD. The precise duties are at the discretion of the Director of the Undergraduate School of the School of Computer Science.

Amount of Award
The current amount of the award is living expenses paid at the current EPSRC national minimum rate plus an honorarium (currently £1,575 per annum) in recognition of Teaching Assistant duties. In addition, the School will pay your University fees (at the current home student rate). Teaching Assistantship is a scholarship, not a job. As such, there is no requirement to pay income tax or National Insurance contributions on this award.

January 16th, 2009 | Tags:

Recently, an interdisciplinary research project was approved by the UNESCO-IHE Partnership Research Fund (UPaRF).
This project will form part of the broader successor programme of SSI, in which the following institutes collaborate: UNESCO-IHE Institute for Water Education (Delft, The Netherlands) , University of Dar Es Salaam, University of KwaZulu Natal, Delft University of Technology, the International Water Management Institute, Sokoine University of Agriculture and the Stockholm Resilience Centre.

Within the current project a PhD positions is available, linked to the themes described below. If successful, the PhD degree will be awarded by Delft University of Technology, the Netherlands.
PhD position available at UNESCO-IHE (SSI-2 Project)Upscaling small-scale land and water system innovations in dryland agro-ecosystems for sustainability and livelihood improvements (SSI-2)
http://www.unesco-ihe.org/Research/PhD-Research/Available-PhD-Positions/PhD-position-available-at-UNESCO-IHE-SSI-2-Project

Project description

The project focuses on the semi-arid areas of sub-Saharan Africa, where 95% of the total agricultural land is used for rainfed agriculture, water availability is scarce and highly variable, and average yields often remain below 1 ton per ha. The resilience of the farming systems is low as well, due the large (and increasing) variability of the hydro-climatic conditions and a limited capacity to adapt. As a result, crop failure is the norm. Water availability is a key entry point to improve crop productivity in these regions (Falkenmark and Rockström, 2004).

The research and outreach programme of “Smallholder systems innovations in integrated watershed management” (SSI-1, 2004-2008) thus focused on the identification and application of innovative agricultural water management practices that offer opportunities to increase both food security and safeguard environmental integrity. The impact of these innovations on food production and ecosystems has been studied at field and watershed scale at sites in the Thukela river basin in South Africa and the Pangani river basin in Tanzania.

There is a growing awareness that a real transformation of the countryside will only be possible if innovative soil and water technologies and land and water management practices are adopted, and locally adapted, at a large scale and in combination with increased fertilizer use (see e.g. Rijsberman, 2004; Polak, 2005; Rockström et al., 2007). Only then will rural areas be able to transform from their current position of marginalization and poverty to a motor of socio-economic development (Prahalad, 2004).

Since the conditions under which such a transformation may occur, as well as the potential impacts at different scales, are still ill-understood, a new project will focus on the socio-economic and bio-physical conditions and impacts of upscaling these innovations.

This new project (SSI-2, 2008-2012) will take note of some new drivers that influence the opportunities for agricultural innovation and rural socio-economic transformation: increasing food prices, increased access to information in the rural countryside, climate change impacts, and the limited access of farmers to energy sources in the face of an increasing global demand for biofuels (e.g., de Wit and Stankiewics, 2006; Uhlenbrook, 2007). The two PhD research projects form part of the broader SSI-2 programme.

PhD Project 1: Water processes at different spatial scales
This research theme addresses the hydrological implications for up-scaling land and water system innovations. The objective is to gain better understanding of the interactions between processes linking local and larger scales.

The analysis focuses on how the dominant hydrological processes may change at different spatial scales. The research builds on the understanding of the hydrological processes gained during SSI-1, with a stronger emphasis on groundwater- surface water interactions and potential implications of/for land management changes. It is hypothesised that surface-groundwater interactions are critical to the impacts of water system innovations, and that it impacts vary with scale and different physiographic characteristics.

This hypothesis will be verified in the field and the results used for predictive modelling to determine impacts of up-scaled use of WSIs on water quantity and quality for downstream users under different scenarios. The surface-groundwater interactions (including wetlands) are also crucial for the hydrological variability and water resources availability at different scales and, consequently, for the provision of ecosystem services.

Research question: What are the hydrological impacts of small scale farming activities, incl. water system innovations, across different scales? Particular attention will be paid to different types of rainwater harvesting, supplementary irrigation and full scale irrigation.

Methodology: Understanding the hydrological impacts of small scale farming activities across different scales, requires the understanding of the hydrological processes at these scales. This research will take up the small scale hydrological understanding (project 3.1) and investigate the large scale (500-5,000-45, 000 km2) hydrological processes through the use of remote sensing data combined with field observations (incl. hydro-chemical and tracers studies). Of particular interest is the groundwater surface water interaction (incl. generation of wetlands) and the impact of this on the downstream water availability (PBWO, 2006). A process-based distributed hydrological model will be developed to investigate different scenarios of uptake and extent of the small scale farming activities. This study will be supervised by Prof. Dr. Stefan Uhlenbrook, Dr.Jan Willem Foppen, Dr Shreedhar Maskey (UNESCO-IHE) , Dr. T.A. Kimaro (UDSM).

The following applies to the position:
- All topics will be carried out in a so-called sandwich construction with different phases at UNESCO-IHE in the Netherlands and field research in Tanzania (with regular contacts with Tanzanian and Dutch
supervisors) .
- PhD positions are funded with a fellowship for which NUFFIC regulations apply.
- Starting date: April 1, 2009 for 4 years.
- Qualifications: M.Sc. degree (average mark: 80% or above) in a discipline relevant to the topic, e.g. environmental engineering, socio-economics of the water sector, hydrology and water resources.
- The applicants must demonstrate a strong interest and experience in conducting interdisciplinary research.
- The applicant should be willing to co-operated with other researchers in the SSI-2 programme
- The applicants should be willing to co-supervise MSc research projects.
- The applicants must be fluent in English.
- Preferred country of citizenship of the applicants is Tanzania.
- Age: 40 years and below.
- Work experience in relevant fields of studies is desirable.

The project it is jointly led by Dr. T.A. Kimaro (kimaro@wrep. udsm.ac.tz) and Ms. M.L. Mul (m.mul@unesco- ihe.org) of UNESCO-IHE.
Applications, including curriculum vitae, the names and contact
details of three contactable referees, and a motivation letter, should
be sent by email to both Dr. T.A. Kimaro and Ms. M.L. Mul before 31 January 2009.

Please mention the subject heading “PhD application SSI-2 project 1″.

We intend to contact short-listed candidates on or before 15 February 2009.

January 16th, 2009 | Tags:

Diabetes UK PhD Studentship - Quantifying the associations between diabetes and cancer incidence and mortality Division of Population health

Ref 397

Obesity, which has doubled since 1993, increases the risk of several cancers. Diabetes, itself increased by obesity, has been linked with some cancers but evidence is sparse. Diabetes UK has funded a three-year studentship to assess the relationship between diabetes (both diagnosed disease and raised blood sugar) with cancer incidence and mortality, using one of the world’s largest datasets of health examination surveys of nationally-represen tative samples, linked to mortality and cancer registry data (Health surveys for England and Scottish Health Surveys). The planned interdisciplinary supervisory panel will be Drs Mindell and Shelton with Profs Marmot and Hochhauser.

Applications are invited from graduates in appropriate subjects or with related experience who have a strong interest in public health and epidemiology. Applicants should have (or expect to obtain) a first or upper second class degree. An MSc in a relevant subject would be an advantage. Expressions of interest are invited and should be addressed to Dr Jennifer Mindell (j.mindell@ucl. ac.uk).

This studentship will be housed within the Health and Social Surveys Research Group in the Research Department of Epidemiology and Public Health, within the Division of Population Health. There are about 45 PhD students currently working in the Department. The Division offers a unique environment to those wishing to undertake interdisciplinary study and gain exposure to research within departments pursuing a highly acclaimed international research agenda. The Division houses five Research Departments, namely the Centre for Health Informatics and Multi-professional Education, Epidemiology and Public Health, Primary Care and Population Health, Mental Health Sciences, and Infection and Population Health.

Eligibility: This opening is for a three-year Diabetes UK research studentship. Diabetes UK studentships cover EU fees only. Applications from EU and overseas students are encouraged as, subject to a separate application process (deadline 1/3/09), alternative UCL Graduate Scholarships could cover overseas fees.
The studentship will cover EU fees and full stipend for three years. The stipend for 2009/10 is £15,000 pa, rising to £15,500 in year two and £16,000 in year three.

Applications: Applications should include a CV and a statement of research experience and interests and must include a clear indication of your likely fee status. Electronic submissions are preferred. Please include a contact telephone number and an email address. Applications should be addressed to: Ms Floriana Bortolotti, Department of Epidemiology and Public Health, University College London, 1-19 Torrington Place, London WC1E 6BT (f.bortolotti@ ucl.ac.uk).

If you wish to discuss the topic please contact Dr Jennifer Mindell (j.mindell@ucl. ac.uk). If you wish to know about the research environment or have general questions on studying at UCL please contact the Graduate Tutors, Dr Yvonne Kelly (020 7679 5638, y.kelly@ucl. ac.uk) or Professor Richard Watt (r.watt@ucl.ac. uk, 020 7679 1699).

Application deadline: Midday Wednesday 4th February 2009. Interviews are likely to be held in the week of 9th February, with candidates contacted immediately after the application deadline. Potential applicants are encouraged to attend the Departmental Graduate Recruitment Open Day on 27th January 2009: full details on http://www.ucl.ac.uk/epidemiology/students/index.htm.

January 15th, 2009 | Tags:

Website : Beasiswa Dikti 2009

Dalam rangka peningkatan mutu dosen, Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi membuka pendaftaran beasiswa S2 dan S3 luar negeri untuk tahun 2009, bagi dosen tetap PTN, dosen DPK dan dosen tetap PTS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Beasiswa untuk program S2 selama 2 tahun, dan program S3 selama 3 tahun.Pendaftaran dan seleksi dilakukan dalam 3
tahap :

* Tahap I :
pendaftaran ditutup tanggal 28 November 2008, dan seleksi direncanakan pada bulan Desember 2008;

* Tahap II :
pendaftaran ditutup tanggal 27 Februari 2009, dan seleksi direncanakan pada bulan Maret 2009;

* Tahap III :
pendaftaran ditutup tanggal 29 April 2009, dan seleksi direncanakan pada bulan Mei 2009.

Bagi peserta yang belum mulai studi, pendaftaran dilakukan secara kolektif melalui perguruan tinggi tempat bekerja.

Setiap pelamar melengkapi :
1. Form A dari Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi yang telah diisi.
2. Letter of Acceptance dari perguruan tinggi yang terakreditasi;
3. Fotocopy ijasah S1 bagi pelamar jenjang S2 dan S2 bagi pelamar jenjang S3;
4. Bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS) , Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain, sesuai tempat studi (tidak lebih dari dua tahun terakhir);
5. Khusus untuk pelamar S3 melampirkan rencana riset yang telah disetujui calon pembimbing di luar negeri;
6. Surat pengantar dari pimpinan perguruan tinggi

Bagi mereka yang sedang studi di luar negeri, pendaftaran dilakukan melalui perguruan tinggi tempat bekerja (diberi pengantar oleh
pimpinan perguruan tinggi, baik secara individual atau kolektif), dengan kelengkapan :
1. Seperti butir 1,3 dan 4 tersebut di atas;
2. Laporan kemajuan studi yang diketahui/disahkan oleh pembimbing
3. Rencana penyelesaian studi.

Bagi pelamar beasiswa tahun 2008 yang belum mendapatkan beasiswa, perlu memperbaharui lamaran dengan kelengkapan :

1. Form A dari
Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi yang telah diisi dengan data terbaru

2. Kelengkapan lain
sesuai dengan posisi masing-masing (masih belum berangkat atau sedang studi di luar negeri) yang pada tahun 2008 belum atau kurang lengkap. Untuk memudahkan,
diharapkan mengirim copy baru dari kelengkapan tersebut.

Berkas pendaftaran dikirim ke alamat :

Direktur Ketenagaan
Gedung D Lantai 5 Komplek Depdiknas
Jalan Jenderal Soedirman Pintu I - Senayan, Jakarta 10270
Telp./Faks : (021)57946052/53

January 14th, 2009 | Tags:

We are glad to offers you the possibility to join our European Master Program of Computational Logic. This program is offered jointly at the Free-University of Bozen-Bolzano in Italy, the Technische Universität Dresden in Germany, the Universidade Nova de Lisboa in Portugal, the Universidad Politecnica de Madrid in Spain and the Technische Universität Wien in Austria. Within this program you have the choice to study at two of the five European universities. You will graduate with a MSc in Computer Science from each of the two universities you have selected. Information on the universities and the program including the application form are provided here:

http://european.computational-logic.org

Language of instruction is English. Tuition fees are 3.000 EUR per year.

We would like to draw your attention to the ERASMUS-MUNDUS scholarship program. The ERASMUS-MUNDUS consortium offers 2-year scholarships of 42.000 EUR for non-EU students in our European Master Program in Computational Logic. EU-students may apply for a three-month scholarship of 3100 EUR for doing their project at NICTA in Australia.

Application deadline is February 10, 2009. Online-applications (pdf-files, ONLY) are possible and must contain:
# Application form
# Curriculum Vitae
# Reports on university examinations (transcripts) and diploma (first degree or bachelor degree). If the bachelor degree will only be available after the deadline, students are required to send us a PRELIMINARY certificate.
# English language certificate (TOEFL and IELTS)

More information on the application procedure are available from:
http://european.computational-logic.org/content/course/how_to_apply.php?id=69

Do not hesitate to contact us again if you have any further questions.

By the way, the European Parliament has approved Erasmus Mundus II. We
are currently preparing an application. If successful, we will be able
to offer a distributed PhD program in Computational Logic on top of our
European Master’s Program in the future.

Many thanks — Steffen

Kind regards — Steffen Hölldobler

Prof. Dr. Steffen Hoelldobler
International Center for Computational Logic
Technische Universität Dresden
01062 Dresden, Germany

phone: [+49](351)46 33 83 40
fax: [+49](351)46 33 83 42
email: sh@iccl.tu-dresden.de

January 13th, 2009 | Tags:

Di era Teknologi Informasi dan Komunikasi sekarang ini, virus komputer sudah menjadi bagian dari Komputer. Virus komputer ini sangat beragam dan sangat banyak sekali macamnya dan beraneka ragam dari cara menginfeksinya dan beragam juga dari dampaknya pada komputer.

Sebenarnya Virus masuk kekomputer dikarenakan oleh kesalahan penggunanya sendiri (Human Error), bukan dikarenakan virusnya atau orang lain.  Biasanya virus ini masuk melalui Flash Disk (USB Disk), Internet, Jaringan LAN (Local atau WAN), Disk, Blootooth, Wifi/Hotspot dan lain sebagainya.

Berikut adalah langkah-langkah untuk menghindari masuknya Virus ke komputer anda.

1. Install atau Pasang Antivirus yang bisa anda Update secara rutin, salah satunya yang gratisan adalah AVG, anda bisa langsung download, Install dan Update secara online. di http://www.grisoft.com.

2. Selalu Update Antivirus secara periodik minimal sekali dalam seminggu, sebaiknya setiap hari jika anda selalu online internet, dan AVG ini setiap hari mengupdate secara otomatis tanpa anda melakukannya sendiri.

3. Hindari mengunjungi situs-situs aneh atau berbau fornografi, biasanya disitus-situs tersebut banyak sekali menyimpan virus dan spiware dan tanpa sepengetahuan anda masuk ke komputer dan menginfeksi komputer.

4. Jika mengdownload aplikasi-aplikasi atau software dari internet, hindari pula file-file berekstensi .EXE, karena biasanya virus-virus tersebut masuk atau menyamarkan diri lewat aplikasi dengan ekstension file EXE dan pada saat aplikasi dijalankan maka tersebarlah virus-virus tersebut masuk dan menginfeksi komputer anda. Jika mendownload sesuatu pastikan bahwa file berekstensi .ZIP, .RAR atau file2 kompressi lainnya.

5. Jika anda atau teman anda akan mengcopy sesuatu dengan menggunakan Flash Disk, pastikan scan dulu Flash Disknya.

Demikian sedikit tips dari saya dan semoga bermanfaat.